Selasa, 02 Februari 2010

Makna Zegavon

Zegavon berasal dari istilah bahasa Jawa "kromo inggil", "segawon", dan dalam bahasa Indonesia disebut anjing. Menurut wikipedia (http://id.wikipedia.org/wiki/Anjing), istilah anjing mengacu pada anjing hasil domestikasi Canis lupus-familiaris. Anjing pernah diklasifikasikan sebagai Canis familiaris oleh Linnaeus di tahun 1758. Tapi di tahun 1993, Lembaga Smithsonian dan Asosiasi Ahli Mamalia Amerika anjing ditetapkan sebagai subspesies serigala abu-abu Canis lupus. Di Indonesia, anjing hutan yang asli pulau Sumatra dan Jawa disebut Ajag.
Walaupun demikian, saya memilih nama ini atas dasar beberapa karakter positif dari "segawon" itu sendiri. Adapun karakter positif tersebut antara lain adalah sebagai berikut.

Kesetiaan
Kesetiaan dan pengabdian yang ditunjukkan anjing sangat mirip sebagaimana konsep pada manusia tentang cinta dan persahabatan. Naluri alami anjing sebagai hewan kelompok, pemilik anjing sangat menghargai kesetiaan dan pengabdian anjing dan menganggapnya sebagai anggota keluarga sendiri. Anjing kesayangan bahkan sering sampai diberi nama keluarga yang sama seperti nama pemiliknya. Sebaliknya, anjing menganggap manusia sebagai anggota kelompoknya. Anjing hanya sedikit membedakan kedudukan sang pemilik dengan rekan anjing yang masih satu kelompok, dan bahkan sering sama sekali tidak membedakannya.

Kecerdasan
Asal-usul anjing sebagai keturunan serigala yang hidup berkelompok membuat anjing jadi lebih mudah dilatih dibandingkan hewan lain. Sebagai anggota kelompok, anjing mempunyai naluri untuk patuh. Anjing yang sudah dilatih sebagai anjing penuntun bagi tuna netra dapat mengenali berbagai macam keadaan bahaya dan cara menghindar dari keadaan tersebut.

Kekuatan dan Kelincahan
Sebagian besar anjing masih mempunyai ciri-ciri fisik yang diturunkan dari serigala. Anjing adalah hewan pemangsa dan hewan pemakan bangkai, memiliki gigi tajam dan rahang yang kuat untuk menyerang, menggigit, dan mencabik-cabik makanan. Ciri-ciri khas dari moyang serigala masih bertahan pada anjing.

Pengelihatan
Penelitian menunjukkan anjing mampu melihat beberapa warna, walaupun tidak seperti yang dapat dilihat manusia. Bagi anjing, warna merupakan sinyal subliminal yang ditangkap untuk membedakan bentuk dari objek yang saling tumpang-tindih, dan bukan warna pada benda yang bisa langsung dibedakan anjing. Menurut penelitian, anjing mampu melihat berbagai nuansa warna kuning, ungu atau violet. Lensa mata anjing lebih datar dibandingkan dengan lensa mata manusia, sehingga anjing kurang dapat melihat secara detil dibandingkan manusia. Sebaliknya, mata anjing lebih sensitif terhadap cahaya dan gerakan dibandingkan mata manusia. Beberapa jenis anjing, memiliki bidang pandangan sampai 270°. Sebagai perbandingan, manusia hanya mempunyai bidang pandangan 180°. Bidang pandangan jenis anjing dengan kepala lebar dan kedua mata di depan sebenarnya hampir sama dengan manusia, hanya sekitar 180°.

Pendengaran
Anjing bisa mendengar suara frekuensi rendah 16 hingga 20 Hz(manusia hanya mendengar frekuensi 20-70 Hz), dan suara frekuensi tinggi dari 70 kHz hingga 100 kHz (manusia hanya mendengar frekuensi 13-20 kHz). Selain itu, anjing bisa menggerak-gerakkan daun telinga agar cepat bisa menentukan lokasi sumber suara yang sebenarnya. Lebih dari 18 otot pada daun telinga memungkinkan anjing memiringkan, memutar, menidurkan, atau menegakkan daun telinga. Anjing mampu menentukan sumber suara lebih cepat dari manusia, sekaligus bisa mendengar suara yang sumbernya empat kali lebih jauh yang dapat didengar manusia. Anjing dengan daun telinga berbentuk alami (tegak seperti daun telinga serigala) biasanya memiliki pendengaran yang lebih baik.

Penciuman
Anjing memiliki hampir 220 juta sel penciuman yang sensitif terhap bau.Sebagai pembanding, manusia hanya memiliki 5 juta sel. Pelatih anjing pelacak sudah mengerti bahwa anjing tidak mungkin lagi diajar untuk melacak bau-bauan di atas kemampuan alami yang dimiliki sejak lahir. Anjing hanya dapat dimotivasi sebaik-baiknya dan diajar agar bisa berkonsentrasi pada jejak bau yang utama. Anjing pelacak yang terlatih harus bisa mengabaikan berbagai jejak bau yang lain. Anjing yang tidak terlatih biasanya senang sekali mengendus berbagai macam bau selain jejak bau yang diperintahkan.

Karakter-karakter positif inilah yang selayaknya dikembangkan oleh manusia dengan mengembangkan fungsi pikiran, hati, dan indera lain secara maksimal. Hal inilah yang menjadi tujuan untuk pengembangan diri dan self realisasi dengan segala sesuatu yang paling sederhana dan berada di sekitar kita.

Referensi:

http://id.wikipedia.org/wiki/Anjing

1 komentar:

Pompy Bercerita mengatakan...

follow blog-ku donk mas hehehe... http://pompybercerita.blogspot.com/