Senin, 22 Februari 2010

Foucault: Filsafat dan Seksualitas Kuno (12-Habis)

Akhir dari keterlibatan Foucault dengan filsafat tradisional muncul sebagai sesuatu yang mengejutkan karena ia berpaling menuju dunia kuno, sebagaimana yang ia kaji dalam beberapa tahun terakhir hidupnya. “The History of Sexuality” telah direncanakan sebagai multi-volume yang terdiri dari berbagai tema dalam studi seksualitas modern.  Jilid pertama ia membahas pengenalan umum. Foucault menulis  jilid kedua, tetapi tidak pernah dipublikasikan (The Confessions of the Flesh)tentang segala sesutu yang berhubungan dengan asal-usul pengertian modern dari subjek pelaku praktik pengakuan (dosa) Kristen. Pusat perhatian dari tulisan ini adalah pemahaman yang tepat untuk mengembangkan kajian perbandingan konsepsi Kristiani dengan konsepsi kuno tentang etika. Kajian ini dilakukan ebagaimana kajian di kedua buku terakhirnya yaitu, The Greek and Roman Sexuality” dan “The Use of Pleasure and The Care of the Self”.  
Kajian Foucault terhadap seksualitas kuno berganti pada isu-isu etika yang telah tersirat,  namun jarang secara eksplisit ditematisasikan dalam tulisan-tulisan sebelumnya. Tujuan spesifik dari kajian ini  adalah untuk membandingkan kasus-kasus pagan kuno dengan etika Kristen. Foucault melakukan kajiannya melalui uji-kasus seksualitas untuk menelusuri perkembangan ide-ide Kristen tentang seks dari ide-ide yang sangat berbeda dari orang dahulu. Foucault menekankan sisi yang sangat kontras antara pandangan Kristen mengenai tindakan seksual, secara keseluruhan, kejahatan dalam diri mereka sendiri,  dan pandangan Yunani berpendapat bahwa  seksulitas benda-benda, natural/yang alami masih diperlukan, meskipun subjek untuk pelampiasan. Akibatnya, bukannya kode moral Kristen melarang sebagian besar bentuk aktivitas seksual (yang lebih ditahan dalam diam), sementara Yunani kuno menekankan penggunaan yang tepat (chresis) untuk kesenangan, hal ini terlibat dalam berbagai aktivitas seksual (heteroseksual , homoseksual, dalam perkawinan, di luar perkawinan), dengan pengaturan dan etika yang tepat. Dengan demikian seks bagi orang-orang Yunani dipahami sebagai bagian utama dari apa yang oleh Foucault disebut "estetika-estetika diri":  kreasi estetika diri, serta eksistensi kenikmatan dan kesenangan. 
Studi-studi seksualitas kuno ini, khususnya  gagasan tentang estetika diri, dipelopori oleh  Foucault mengenai filsafat tentang gagasan kuno diterapkan sebagai jalan hidup, dan bukan mencari kebenaran teoritis. Meskipun demikian, terdapat beberapa pembahasan dalam “The Use of Pleasure of Plato's conception of philosophy”, Foucault menggunakan topik ini dalam kuliah (pada 1980-an) di Collège de France dan di Berkeley; saat itu ia tidak memiliki cukup waktu untuk mengembangkan ide-ide ini untuk diterbitkan. Pada masa kuliah di Collège de France, dia membahas Socrates (the Apology and in Alcibiades), baik dalam model dan eksponen kehidupan filosofis yang  terfokus pada " care of the self " ataupun mengikuti diskusi-diskusi yang membahas dengan tema kuno ataupun hal-hal sebagaimana tema ini (Misalnya, Epictetus, Seneca dan Plutarch). Pada pemberian materi kuliah di Berkeley ia membahas cita-cita kuno "berbicara penuh kejujuran" (parrhesia) yang dianggap sebagai titik pusat dari politik dan moral mengenai kebaikan. Di sini Foucault membahas formulasi gagasan  awal,  pada pembahasan Euripides dan Socrates suatu transformasi,  selain itu juga mengenai Epikuros, Stoa, dan Cynic.  Kedua hal itu menyediakan bahan-bahan untuk paling bermanfaat dari semua perjanjian Foucault dengan filsafat tradisional. Tetapi kematian dini pada tahun 1984 menghentikannya, sebelum terselesaikan.
Sumber: 

Tidak ada komentar: